30 Nov 2025

PROSES PENCIPTAAN MANUSIA DALAM ALQURAN

PROSES PENCIPTAAN MANUSIA DALAM ALQURAN

Tafsir tentang proses penciptaan manusia menjelaskan secara rinci melalui beberapa ayat, terutama dalam Surat Al-Mukminun ayat 12-14, yang menguraikan tahapan penciptaan dari unsur tanah menjadi air mani, kemudian segumpal darah, lalu segumpal daging, diikuti pembentukan tulang, dan terakhir pembungkusan dengan daging, sebelum akhirnya menjadi makhluk lain dengan peniupan ruh. 

Selain itu, ayat lain seperti Al-Insan ayat 2 dan Ath-Thariq ayat 5-7 menjelaskan asal-usul dari setetes mani yang bercampur, sedangkan As-Sajadah ayat 7 menegaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah sebagai bahan dasarnya. 

Tafsir proses penciptaan manusia
Berasal dari tanah: Manusia pertama, Adam AS, diciptakan langsung dari tanah liat kering (lumpur hitam) yang diberi bentuk. Kemudian, keturunan Adam AS diciptakan dari saripati tanah yang merupakan gabungan sperma laki-laki dan sel telur perempuan. 

Tahapan dalam rahim:
Air mani (nuthfah): Setelah pertemuan sperma dan sel telur, terbentuklah nuthfah (setetes air mani/campuran) yang kemudian ditempatkan dalam rahim yang kokoh. 
Segumpal darah (alaqah): Nuthfah tersebut kemudian berubah menjadi segumpal darah yang melekat. 

Segumpal daging (mudghah): Segumpal darah tersebut menjadi segumpal daging. 
Pembentukan tulang dan otot: Daging kemudian dibentuk menjadi tulang belulang, lalu tulang belulang itu dibungkus dengan daging. 

Peniupan ruh: Terakhir, Allah SWT meniupkan ruh sehingga menjadi makhluk yang sempurna. 

Penjelasan tambahan dari tafsir
Keterkaitan dengan sains: Tafsir modern mengaitkan tahapan penciptaan ini dengan sains, khususnya embriologi. Urutan penciptaan dalam Al-Qur'an memiliki kesesuaian dengan perkembangan janin menurut ilmu pengetahuan modern. 

Tujuan penciptaan: Selain aspek fisik, tafsir juga menekankan tujuan penciptaan manusia yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT. 

Keajaiban penciptaan: Al-Qur'an menjelaskan proses ini sebagai tanda kebesaran Allah yang luar biasa, terutama dalam menciptakan manusia dari unsur-unsur yang terlihat sederhana, seperti air mani, menjadi makhluk yang paling indah. 

Komentar

Belum ada komentar.

Beri Komentar