TAFSIR DALAM MENUNTUT ILMU
Tersedia variasi penjelasan dari berbagai ahli ilmu terkait makna ayat tentang menuntut ilmu, sebagiannya seperti tertera:
Maka musa dan khadir berjalan hingga menjumpai penduduk suatu kampung. Mereka berdua meminta makanan sebagai jamuan bagi mereka berdua, akan tetapi penduduk kampung tersebut menolak untuk menjamu mereka berdua. Kemudian mereka mendapati di sana ada dinding miring yang hampir-hampir roboh.
Maka khadir menegakannya hingga berdiri lurus. Musa berkata kepadanya, ”jika engkau mau engkau bisa mengambil upah atas pekerjaan itu yang dapat engkau pergunakan untuk mendapatkan makanan untuk kita, karena mereka tidak memberikan jamuan kepada kita. ” (Tafsir al-Muyassar)
Maka keduanya melanjutkan perjalanan, hingga ketika keduanya sampai pada suatu negeri, mereka berdua meminta dari penduduk negeri tersebut untuk dijamu, tetapi mereka enggan menjamu mereka berdua.
Kemudian di negeri tersebut, keduanya mendapatkan satu dinding rumah yang miring dan hampir jatuh dan roboh, maka Khaḍir segera memperbaikinya hingga berdiri tegak. Melihat hal ini, Musa berkata kepada Khaḍir, "Jika engkau mau niscaya engkau dapat meminta imbalan dari pembetulan dinding ini karena kita memerlukan imbalan tersebut setelah mereka enggan menjamu kita." (Tafsir al-Mukhtashar)
Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, dikatakan negeri itu adalah Abalah atau Anthakiyah. Mereka berdua minta jamuan makan kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka. Kemudian keduanya mendapati sebuah dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu seperti semula.
Kemudian. Dijelaskan dalam hadis sahih bahwasannya Nabi Khidhir mengusap dinding itu dengan tangannya, setelah dinding itu tegak lagi Musa berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu sehingga kita bisa makan" (Tafsir al-Wajiz)
فانطلقا حتى إذا أتيا أهل قرية (Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri) Terdapat pendapat mengatakan negeri tersebut adalah kota Eilat. استطعما أهلها فأبوا أن يضيفوهما (mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka)
Yakni mereka enggan memberi mereka berdua jamuan yang menjadi hak bagi tamu. فوجدا فيمها جدارا يريد أن ينقض فأقامه (kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu) Khidhir melihat dinding itu miring, lalu ia memperbaikinya seperti sedia kala.
Dalam hadits disebutkan bahwa Khidhir hanya mengelus dinding tersebut dengan tangannya, dan dinding tersebut menjadi tegak kembali. قال (dia berkata) Nabi Musa berkata. لو شئت لاتخذت عليه أجرا (Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu) Yakni upah atas perbaikan dinding tersebut sehingga menjadi tegak kembali, sehingga kita dapat mempunyai sesuatu untuk membeli makanan. (Zubdatut Tafsir)
Tags:
Komentar
Belum ada komentar.