28 Dec 2025

Tafsir Surat Al-Bayyinah

Tafsir Surat Al-Bayyinah

Tafsir Surat Al-Bayyinah membahas tentang bukti nyata (Al-Bayyinah) yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW berupa Al-Qur'an yang berisi ajaran lurus, menjelaskan mengapa Ahli Kitab dan kaum musyrik berpecah belah, serta menjelaskan konsekuensi bagi orang kafir (neraka) dan orang beriman (surga) yang diridhai Allah, menekankan pentingnya ikhlas dalam beribadah, mengikuti kebenaran, dan menjadi sebaik-baik makhluk (khaireul bariyyah). 

Surat ini juga menegaskan bahwa Allah mengutus nabi untuk membawa penjelasan jelas, bukan kebingungan.  

Ringkasan Tafsir Per Ayat

Ayat 1-4 (Bukti Nyata & Perpecahan): 

Kaum kafir (Ahli Kitab dan musyrik) tidak akan berhenti dari kekafiran mereka sampai datang bukti nyata, yaitu Rasulullah SAW membaca lembaran-lembaran suci (Al-Qur'an) yang berisi kitab-kitab lurus. Perpecahan di kalangan Ahli Kitab terjadi setelah bukti ini datang, karena mereka menolak kebenaran yang dibawa Nabi. 

Ayat 5 (Perintah Beribadah Ikhlas): 

Manusia hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dengan ikhlas (hanif), mendirikan salat, dan menunaikan zakat, mengikuti agama yang lurus (dinul qayyimah). 

Ayat 6-8 (Balasan):

Orang Kafir: Ahli Kitab dan musyrik adalah seburuk-buruk makhluk, tempat kembali mereka adalah neraka Jahanam, kekal di dalamnya. 

Orang Beriman: Mereka adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka adalah surga 'Adn (kekal), mengalir sungai di bawahnya, mereka ridha kepada Allah, dan Allah ridha kepada mereka (ridha Allah adalah kenikmatan tertinggi). 

Pelajaran Utama

Keikhlasan: 

Beribadah hanya karena Allah, bukan karena dunia atau hawa nafsu. 

Kebenaran: 

Ajaran Islam adalah kelanjutan ajaran nabi-nabi sebelumnya, membawa kebenaran yang lurus. 

Konsekuensi: 

Ada pemisahan jelas antara penghuni surga dan neraka berdasarkan iman dan amal. 

Peringatan: 

Nabi diutus untuk memberi penjelasan (bayyinah), bukan untuk membuat lebih bingung. 

Komentar

Belum ada komentar.

Beri Komentar