07 Dec 2025

Tafsir Surat Al-Lahab

Tafsir Surat Al-Lahab

Surat Al-Lahab (Surat ke-111) adalah surat Makkiyah yang berisi peringatan keras terhadap Abu Lahab (paman Nabi Muhammad SAW) dan istrinya, Ummu Jamil, karena permusuhan dan perlawanan mereka terhadap dakwah Islam, menegaskan bahwa harta dan kedudukan tidak akan menolong mereka dari azab neraka yang bergejolak, dan menggambarkan nasib buruk mereka di akhirat sebagai akibat kekufuran dan perbuatan menyakiti Nabi, seperti meletakkan duri di jalan.  

Isi dan Makna Utama
Ayat 1-2 (Celaka Abu Lahab): "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan". Ini adalah nubuat bahwa Abu Lahab akan merugi dan usahanya sia-sia karena kekufurannya. 

Ayat 3 (Azab Neraka): "Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka)". Ini menegaskan bahwa ia akan diazab di neraka Jahanam. 

Ayat 4 (Ummu Jamil): "Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar". Ummu Jamil digambarkan sebagai pembawa kayu bakar (duri) untuk menyakiti Nabi, menunjukkan keterlibatannya dalam kekufuran dan permusuhan.

Ayat 5 (Hukuman Istri): "Yang di lehernya ada tali dari sabut". Lehernya yang seharusnya berhias akan dikalungi tali dari sabut neraka sebagai bentuk penghinaan dan azab. 

Pelajaran Penting
Kekufuran dan Kekuasaan: Nasab (keturunan) dan harta tidak ada gunanya jika seseorang kufur kepada Allah. 

Akibat Permusuhan: Memusuhi agama Allah dan menyakiti Rasul-Nya akan mendatangkan kerugian dan siksa. 
Peringatan Keluarga: Surat ini juga menjadi pelajaran tentang membangun keluarga yang beriman dan tidak terpengaruh oleh keburukan pasangan. 

Mukjizat: Turunnya surat ini menjadi salah satu tanda kenabian Nabi Muhammad SAW, karena nubuat kebinasaan Abu Lahab benar-benar terjadi. 

Latar Belakang (Asbabun Nuzul)
Surat ini turun setelah Nabi Muhammad SAW memulai dakwahnya secara terbuka, dan Abu Lahab, pamannya sendiri, menjadi salah satu penentang paling keras bersama istrinya. 

Abu Lahab dikenal dengan wajahnya yang kemerahan (mirip api), sehingga dijuluki "Abu Lahab" (Bapak Api), sesuai dengan nama surat "Al-Lahab" (Api yang Bergejolak). 

Komentar

Belum ada komentar.

Beri Komentar