TAFSIR SURAT AN-NAAS
Tafsir surat An-Nas adalah penjelasan tentang pentingnya memohon perlindungan kepada Allah dari bisikan jahat setan, baik dari golongan jin maupun manusia.
Surat ini menekankan bahwa Allah adalah satu-satunya tempat untuk berlindung, karena Dia adalah Rabb (pemelihara dan penguasa), Malik (Raja), dan Ilah (sesembahan) bagi seluruh umat manusia. Perlindungan ini penting karena godaan dan bisikan negatif dapat muncul dari dalam diri (nafs dan hati) maupun dari luar (pengaruh buruk orang lain).
Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai tafsir surat An-Nas:
Rabb, Malik, Ilah: Surat ini menegaskan bahwa Allah memiliki tiga sifat utama:
Rabb: Pencipta dan pemelihara yang menguasai seluruh manusia.
Malik: Raja yang memiliki kekuasaan mutlak atas segala sesuatu.
Ilah: Sesembahan yang berhak disembah oleh manusia, baik dalam ibadah lahiriah maupun batiniah.
Sumber godaan: Bisikan jahat (waswas) bisa datang dari:
Jin dan Setan: Mereka terus-menerus menggoda dan membisikkan keburukan, bahkan sampai akhir hayat. Godaan mereka dapat mengalir dalam aliran darah.
Manusia: Manusia yang buruk juga dapat membisikkan kejahatan kepada orang lain, menghiasi perbuatan buruk, dan menjerumuskan mereka.
Tujuan perlindungan: Memohon perlindungan kepada Allah adalah sebuah ibadah. Dengan melakukannya, seseorang berlindung dari:
Bisikan negatif: Godaan yang tersembunyi di dalam hati yang bisa membahayakan.
Pengaruh buruk: Hasutan dan pengaruh negatif dari teman atau lingkungan.
Fitnah dan syahwat: Bisikan yang membuat seseorang lebih mementingkan kesenangan duniawi daripada akhirat.
Fungsi surat An-Nas:
Mengajarkan cara berlindung yang benar hanya kepada Allah.
Memperkuat keimanan dengan menegaskan ketunggalan dan kekuasaan Allah.
Sebagai bentuk perlindungan diri dari gangguan dan kejahatan (ruqyah).
Tags:
Komentar
Belum ada komentar.