07 Dec 2025

Tafsir Surat An-Nasr

Tafsir Surat An-Nasr

Tafsir Surat An-Nasr (Pertolongan) adalah tentang janji kemenangan dan pertolongan Allah bagi Nabi Muhammad SAW, khususnya saat Fathu Makkah, di mana banyak orang masuk Islam secara berbondong-bondong, menandakan kesempurnaan dakwah, sekaligus menjadi isyarat dekatnya ajal Nabi, sehingga beliau diperintahkan untuk banyak bertasbih, memuji, dan memohon ampunan kepada Allah sebagai tanda syukur dan persiapan akhirat. 

Makna per ayat

Ayat 1: "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan" (Idzaa jaa'a nashrullah wal fath)

Merupakan kabar gembira akan datangnya pertolongan dan kemenangan dari Allah, yang ditafsirkan sebagai penaklukan Mekkah (Fathu Makkah).

Ayat 2: "Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah" (Wa ra'aitan-nâsa yadkhulûna fî dînillâhi afwâjâ)

Menunjukkan dampak dari kemenangan tersebut, yaitu orang-orang berbondong-bondong memeluk Islam karena keyakinan akan kebenaran Islam dan dukungan Allah.
Ayat 3: "Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya.

Sungguh, Dia Maha Penerima tobat." (Fa sabbiḫ biḫamdi rabbika wastaghfir, innahû kâna tawwâbâ)
Perintah untuk bersyukur dengan tasbih (menyucikan) dan tahmid (memuji) Allah, serta beristighfar (memohon ampunan). Ini adalah bentuk syukur atas nikmat kemenangan dan tanda persiapan menghadapi kematian. 

Pesan utama
Kemenangan adalah dari Allah: Segala kejayaan dan penaklukan adalah anugerah Allah, bukan semata-mata usaha manusia.
Tanda Akhir Tugas: Turunnya surat ini menjadi isyarat bahwa misi dakwah Nabi Muhammad SAW hampir selesai.

Refleksi Akhir Hidup: Surat ini juga dikenal sebagai "At-Tawdi'" (perpisahan) karena menjadi penanda bahwa ajal Nabi sudah dekat, mendorong beliau dan umatnya untuk banyak beribadah dan memohon ampunan.

Jangan Terlena: Kemenangan duniawi harus menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, bukan kesombongan. 

Komentar

Belum ada komentar.

Beri Komentar