11 Dec 2025

Tafsir Surat At-Takasur

Tafsir Surat At-Takasur

Tafsir surat At-Takatsur menjelaskan tentang perilaku manusia yang sibuk bermegah-megahan dan bersaing dalam memperbanyak harta duniawi, sehingga melalaikan tujuan hidup dan ketaatan kepada Allah. 

Surah ini memperingatkan bahwa kebanggaan itu berlanjut hingga seseorang masuk kubur, dan semua kenikmatan serta perbuatan di dunia akan dimintakan pertanggungjawaban kelak di akhirat. 

Ringkasan tafsir
Melalaikan dari tujuan hidup: Manusia terlalu sibuk mengejar harta, anak, dan kebesaran, hingga lupa kewajiban agama dan mempersiapkan akhirat. 

Kebanggaan yang fana: Perilaku saling membanggakan harta dan kedudukan itu bersifat sementara, hanya sampai manusia masuk kubur. 

Konsekuensi di akhirat: Semua kenikmatan dan perbuatan duniawi akan dimintakan pertanggungjawaban di akhirat, tempat yang akan abadi. 

Ancaman Allah: Surah ini menggunakan gaya bahasa yang tegas untuk memperingatkan manusia agar tidak terjebak dalam kesibukan duniawi yang melalaikan. 

Pentingnya "ilmul yaqin": "Ilmul yaqin" (pengetahuan yang kuat dalam hati) akan menjadi penawar bagi hati yang keras, karena itu adalah keyakinan yang teguh bahwa Allah akan membangkitkan manusia setelah kematian. 

Contoh kasus dalam kehidupan modern
Perilaku ini dapat terlihat dalam era media sosial, di mana orang sering kali pamer harta, gaya hidup, atau popularitas untuk mendapatkan sanjungan.

Pengejaran "likes" dan "followers" bisa menjadi semacam "berlomba-lomba" di dunia maya yang menyebabkan sebagian orang depresi karena terpaksa bersaing demi validasi. 

Makna ayat-ayat penting
Ayat 1-2: "Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu, sampai kamu masuk ke dalam kubur". 

Ayat 3-4: "Janganlah begitu! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu). Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui". Pengulangan ini menekankan betapa seriusnya larangan dan ancaman tersebut. 

Ayat 5-7: Penjelasan tentang "ilmul yaqin", "ainul yaqin", dan "haqqul yaqin" yang akan dialami manusia terkait kebangkitan dan hari kiamat. 

Hikmah yang dapat diambil
Mengurangi kecenderungan untuk bersaing dalam urusan duniawi dan fokus pada akhirat. 

Menjadikan peringatan kematian sebagai motivasi untuk beramal baik dan mempersiapkan diri untuk kehidupan abadi. 
Menggunakan fasilitas duniawi dengan bijak agar tidak berat saat dimintai pertanggungjawaban. 

Komentar

Belum ada komentar.

Beri Komentar